jacktv news
Jakarta Pusat – Kepolisian terus memperkuat upaya pencegahan tawuran pelajar melalui pendekatan humanis dan edukatif. Salah satunya dilakukan oleh jajaran Polsek Cempaka Putih yang menyambangi SMAN 30 Jakarta, Selasa (13/1/2026) pagi, untuk memberikan arahan langsung kepada para pelajar.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolsek Cempaka Putih Kompol Pengky Sukmawan, didampingi Wakapolsek, Kanit Binmas, serta para Bhabinkamtibmas. Sebanyak 150 siswa dan siswi SMAN 30 Jakarta mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.
Dalam arahannya, Kapolsek Cempaka Putih menyampaikan amanat Kapolres Metro Jakarta Pusat terkait larangan keras tawuran pelajar serta pemahaman mengenai konsekuensi hukum, termasuk penerapan aturan dalam KUHP yang baru. Para pelajar diajak untuk memahami bahwa tawuran bukanlah solusi, melainkan perbuatan yang merugikan masa depan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P Hutagalung, menegaskan bahwa peran pelajar sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kami ingin para pelajar menyadari bahwa masa depan mereka sangat berharga. Tawuran hanya akan membawa dampak hukum dan penyesalan. Jadilah generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi pelopor keamanan dengan menjaga diri sendiri, sekolah, serta lingkungan sekitar,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Kapolsek Cempaka Putih Kompol Pengky Sukmawan menekankan bahwa kehadiran polisi di sekolah bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk kepedulian dan pendampingan terhadap generasi muda.
“Kami hadir sebagai sahabat pelajar. Polisi ingin mendengar, membimbing, dan mengingatkan agar adik-adik semua tidak terjerumus dalam tawuran. Melalui program Pelajar Jaga Jakarta, kami berharap pelajar mampu menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif di lingkungannya,” tutur Kapolsek.
Selain memberikan pembinaan kepada para siswa, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan Kepala Sekolah SMAN 30 Jakarta, Tjahyani, sebagai wujud sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk menolak kekerasan, mematuhi hukum, serta bersama-sama menjaga Jakarta agar tetap aman dan damai.
(Humaa Polres Metro Jakaeta Pusat)













