jacktv news

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Polsek Metro Tanah Abang Gelar Razia Stasioner Antisipasi Guantibmas, Amankan Satu Orang Diduga Membawa Tembakau Sintetis

 

Jakarta Pusat – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polsek Metro Tanah Abang, jajaran Polsek Metro Tanah Abang melaksanakan kegiatan razia stasioner pada Jumat (7/8/2026) dini hari.

 

Kegiatan yang dimulai dini hari tersebut dipimpin oleh Ipda Julianto Ginting, S.H. selaku Perwira Pengendali (Padal) dengan melibatkan sebanyak 10 personel Polsek Metro Tanah Abang.

 

Razia stasioner dilaksanakan sebagai bagian dari upaya kepolisian dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya pada jam rawan malam hingga dini hari. Kegiatan tersebut juga difokuskan untuk mengantisipasi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), aksi begal, serta penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

 

Sebelum pelaksanaan kegiatan, personel terlebih dahulu menerima arahan dari Perwira Pengendali. Dalam arahannya, personel diminta melaksanakan tugas secara profesional, penuh tanggung jawab, serta tetap mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat.

 

Personel juga diingatkan agar selalu mengutamakan keselamatan selama melaksanakan pemeriksaan terhadap pengendara. Apabila terdapat pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi, personel tidak diperkenankan melakukan pengejaran yang dapat membahayakan keselamatan petugas maupun pengguna jalan lainnya.

 

Razia dilaksanakan di depan Masjid An Nur, Jalan K.S. Tubun, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

 

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan dari fungsi Reskrim, Opsnal, Patroli Kota (Patko), serta anggota Lalu Lintas melakukan pemeriksaan secara selektif terhadap pengendara sepeda motor yang melintas.

 

Pemeriksaan antara lain menyasar pengendara yang tidak menggunakan helm, kendaraan yang tidak dilengkapi atau menggunakan plat nomor yang tidak sesuai, serta kendaraan yang membawa penumpang melebihi ketentuan.

 

Selain melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pengendara guna mengantisipasi adanya benda berbahaya, senjata tajam, narkotika, maupun obat-obatan terlarang.

 

Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan satu orang laki-laki berinisial A.R. yang kedapatan membawa satu kantong plastik kecil berisi barang yang diduga tembakau sintetis.

 

Terhadap orang yang diamankan beserta barang bukti tersebut, petugas selanjutnya melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku.

 

Di sisi lain, terhadap masyarakat atau pengendara yang telah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya pelanggaran maupun barang yang mencurigakan, petugas memberikan imbauan secara humanis dan mempersilakan yang bersangkutan melanjutkan perjalanan.

 

Masyarakat juga diharapkan turut berperan aktif dalam menjaga situasi Kamtibmas dengan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.

 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung menegaskan bahwa kegiatan razia stasioner tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan.

 

Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, menggunakan helm saat berkendara, serta tidak membawa maupun menggunakan barang-barang terlarang.

 

Senada dengan Kapolsek Metro Tanah Abang Akbp Dhimas Prasetyo, melalui kegiatan tersebut menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan preemtif melalui patroli, razia stasioner, serta kegiatan cipta kondisi secara berkala guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

 

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan potensi terjadinya tindak pidana, khususnya Curas, Curat, Curanmor, aksi begal, serta penyalahgunaan narkotika dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kehadiran dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

 

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Reporter: Jakarta