jacktv news
Jakarta Pusat – Sebanyak 78 personel gabungan dikerahkan dalam apel pengamanan dan pelayanan kegiatan Bersatu Dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa, Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026) pukul 06.00 WIB. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolsek Sawah Besar AKP Tutuk Krisdianto, S.H., sebagai bentuk kesiapan Polri dalam menjaga keamanan serta kelancaran rangkaian kegiatan keagamaan yang dihadiri para tokoh nasional dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan, S.Sos., M.H., bertindak sebagai Kepala Pengamanan Objek. Kekuatan pengamanan melibatkan 50 personel Sabhara Polda Metro Jaya dipimpin Aipda A. Ajie P., 10 personel Pam Obvit dipimpin AKP Yanto, 3 personel Paminal dipimpin Brigadir Revo, serta 15 personel dari Polsek Sawah Besar yang dipimpin Perwira Pengendali objek. Seluruh personel disiagakan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Kapolres Metro Jakarta Pusat KOMBESPOL Dr. Reynold E.P. Hutagalung, S.E., S.I.K., M.Si., M.H., menegaskan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan keagamaan berskala besar, merupakan prioritas utama kepolisian. Ia menyampaikan bahwa Polri berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang hadir. “Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Personel di lapangan harus mengedepankan pendekatan humanis serta profesional dalam menjalankan tugas,” ujar Reynold.
Sementara itu, Kapolsek Sawah Besar Kompol Rahmat Himawan menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menjalankan tugas pengamanan. Ia mengingatkan agar setiap anggota mematuhi prosedur pengamanan, menjaga sikap tampang, serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, seluruh personel diminta menjaga koordinasi dan bertindak sesuai arahan pimpinan guna menghindari tindakan yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas.
Dalam arahannya, pimpinan apel menegaskan bahwa pengamanan kegiatan di rencanakan dihadiri Presiden RI dan Kapolri sehingga pengamanan di setiap pintu gerbang harus diisi secara maksimal. Personel Sabhara diminta segera menempati ploting di pintu masuk karena jamaah mulai berdatangan. Selain itu, seluruh personel dilarang membawa senjata api, menghindari tindakan kekerasan, serta wajib menunggu perintah dari Kepala Pengamanan Objek. Keselamatan personel juga menjadi prioritas dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
Situasi di sekitar Masjid Istiqlal terpantau aman dan kondusif. Arus kedatangan jamaah berlangsung tertib dengan pengaturan lalu lintas yang dilakukan petugas di sejumlah jalur utama yang dilintasi tamu undangan dan pejabat VVIP. Penempatan personel di sejumlah titik strategis juga membantu memastikan kenyamanan masyarakat yang mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.
Salah satu jemaah yang hadir, mengapresiasi kesiapan aparat kepolisian dalam mengamankan kegiatan. Ia menilai kehadiran petugas memberikan rasa aman bagi jamaah yang datang beribadah dan mengikuti acara. Ia berharap pengamanan seperti ini terus dilakukan secara humanis sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan keagamaan maupun sosial dengan nyaman dan tertib.
(Humas Polres Metro Jakarta Pusat).















