Jacktv news

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Polisi Sahabat Anak, Bhabinkamtibmas Kampung Bali Tanamkan Edukasi Keselamatan dan Perlindungan Anak Sejak Usia Dini

 

Jakarta Pusat – Sebagai bentuk komitmen Polri dalam mewujudkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan sadar akan pentingnya keselamatan serta perlindungan diri sejak usia dini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Bali, Aipda Beny Hidayat, melaksanakan kegiatan Polisi Sahabat Anak melalui Program Bhabinkamtibmas Mengajar di PAUD Kejora, Jalan Tanah Rendah Seberang I Nomor 43, RT 02/RW 03, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (27/7/2026).

 

Aipda Beny Hidayat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada pelaksanaan upacara bendera hari Senin. Kehadiran anggota Polri di lingkungan sekolah menjadi momentum untuk memperkenalkan sosok polisi sebagai sahabat anak yang humanis, dekat dengan masyarakat, serta senantiasa hadir memberikan rasa aman dan perlindungan kepada seluruh warga, termasuk anak-anak.

 

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembelajaran interaktif di dalam kelas yang dikemas secara komunikatif dan menyenangkan sesuai dengan usia peserta didik. Melalui pendekatan yang ramah dan penuh kehangatan, para siswa diberikan berbagai materi edukasi yang bertujuan membentuk karakter disiplin, mandiri, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keselamatan diri.

 

Dalam penyampaiannya, Aipda Beny Hidayat menegaskan bahwa polisi merupakan sahabat sekaligus pelindung anak-anak. Polri hadir untuk membantu masyarakat dan memberikan perlindungan, bukan menjadi sosok yang ditakuti. Pesan tersebut disampaikan agar sejak dini anak-anak memiliki kedekatan emosional dengan institusi Polri sehingga tidak ragu meminta pertolongan apabila menghadapi situasi yang membahayakan.

 

Selain itu, anak-anak juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga bagian tubuh pribadi. Mereka diajarkan untuk berani mengatakan “Tidak” apabila ada pihak lain yang mencoba menyentuh area pribadi serta segera menceritakan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau mengetahui tindakan yang tidak pantas. Edukasi ini merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap kekerasan maupun pelecehan terhadap anak.

 

Dalam kesempatan tersebut, Aipda Beny Hidayat juga mengajak para siswa untuk mulai menghafal nama lengkap serta nomor telepon orang tua sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu terpisah dari keluarga. Anak-anak diingatkan agar tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal meskipun diberikan iming-iming berupa permen, mainan, maupun uang. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk pencegahan terhadap tindak penculikan maupun kejahatan yang menyasar anak-anak.

 

Materi berikutnya menyoroti penggunaan telepon genggam atau gawai pada anak usia dini. Para siswa diberikan pemahaman sederhana bahwa penggunaan gawai harus dibatasi dan selalu berada dalam pengawasan orang tua. Bagi anak berusia di bawah enam tahun, penggunaan gawai disarankan tidak lebih dari satu jam setiap hari agar terhindar dari paparan konten yang mengandung unsur kekerasan maupun pornografi, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak yang lebih optimal.

 

Tidak hanya itu, edukasi mengenai budaya tertib berlalu lintas juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Anak-anak diajak memahami pentingnya menggunakan helm berstandar SNI saat dibonceng sepeda motor, duduk di bagian belakang kendaraan, serta mematuhi aturan lalu lintas sebagai langkah mewujudkan keselamatan di jalan raya sejak usia dini.

 

Sebagai bentuk pembinaan karakter, para siswa juga diingatkan untuk berhati-hati dalam memilih teman bergaul serta selalu menjaga komunikasi dengan orang tua maupun guru. Anak-anak diajak untuk saling menghormati, tidak melakukan perundungan, dan membangun pergaulan yang positif di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

 

Di akhir penyampaian materi, Bhabinkamtibmas memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini. Anak-anak diajak untuk tidak menerima makanan maupun minuman dari orang yang tidak dikenal serta selalu meminta izin kepada orang tua atau guru apabila akan pergi bersama seseorang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif Polri dalam melindungi anak-anak dari berbagai bentuk ancaman yang dapat membahayakan masa depan mereka.

 

Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Suasana belajar berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan komunikasi dua arah sehingga pesan-pesan kamtibmas dapat diterima dengan baik oleh para peserta didik.

 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P Hutagalung menegaskan bahwa Melalui Program Polisi Sahabat Anak, Polri terus memperkuat peran pembinaan kepada masyarakat sejak usia dini sebagai implementasi Polri Presisi yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Kehadiran Bhabinkamtibmas di lingkungan sekolah diharapkan mampu mempererat kemitraan antara Polri, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak menuju generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, disiplin, dan berkarakter.

 

Senada dengan Kapolsek Metro Tanah Abang, Akbp Dhimas Prasetyo, Kegiatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif serta mendapat apresiasi dari pihak sekolah atas kepedulian Polri dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada anak-anak melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.

 

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Reporter: Jakarta