jacktv news

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Program Bapak Asuh, Polisi Edukasi Pelajar SMKN 39 Jakarta tentang Bahaya Narkoba dan Tawuran

 

Jakarta Pusat – Polsek Cempaka Putih, Polres Metro Jakarta Pusat, terus memperkuat upaya pencegahan gangguan kamtibmas di kalangan pelajar melalui pendekatan edukatif dan humanis. Salah satunya dilakukan melalui Program Bapak Asuh dengan menyambangi SMK Negeri 39 Jakarta, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

 

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolsek Cempaka Putih AKP Moh. Winarto bersama Kapplsubsektor Ahmad Yani Aiptu Prayogo. Dalam kegiatan sambang tersebut, jajaran kepolisian berkoordinasi dengan Kepala SMKN 39 Jakarta Ani Kristiani serta guru bidang kesiswaan Ichwan.

 

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara kepolisian dan pihak sekolah, sekaligus memastikan lingkungan pendidikan tetap aman dan kondusif bagi para siswa dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

 

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, larangan membawa senjata tajam, serta dampak negatif tawuran. Para siswa juga diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang dapat berujung pada pelanggaran hukum.

 

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, mengatakan pendekatan edukasi dan pembinaan menjadi bagian penting dalam menjaga generasi muda agar terhindar dari berbagai perilaku yang dapat merugikan masa depan.

 

“Kami ingin kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pencegahan. Anak-anak harus mendapatkan pemahaman yang baik mengenai konsekuensi dari penyalahgunaan narkoba, membawa senjata tajam maupun keterlibatan dalam tawuran,” ujar Kapolres.

 

Sementara itu, Kapolsek Cempaka Putih Kompol Pengky Sukmawan, menegaskan bahwa Program Bapak Asuh merupakan bentuk sinergi antara kepolisian dan sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan kondusif.

 

“Kehadiran personel sebagai Bapak Asuh di sekolah bukan untuk mengganggu proses belajar mengajar, tetapi untuk membangun komunikasi, memberikan edukasi dan melakukan pencegahan sejak dini. Kami ingin para pelajar memahami bahwa menjaga keamanan juga merupakan tanggung jawab bersama,” kata Kompol Pengky.

 

Menurutnya, koordinasi yang baik antara pihak sekolah, orang tua, pelajar dan kepolisian diperlukan untuk mencegah siswa terlibat dalam berbagai bentuk pelanggaran hukum maupun gangguan kamtibmas.

 

Polsek Cempaka Putih juga mengajak para pelajar untuk berani mengatakan tidak terhadap narkoba, tidak membawa senjata tajam dan tidak terlibat dalam tawuran. Lingkungan sekolah diharapkan menjadi ruang yang aman bagi siswa untuk belajar, berkembang dan meraih prestasi.

 

Selama kegiatan berlangsung, situasi di SMKN 39 Jakarta berjalan aman dan kondusif. Kepolisian akan terus membangun komunikasi dengan pihak sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan pendidikan di wilayah Cempaka Putih.

 

Polsek Cempaka Putih mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan lingkungan sekolah, untuk terus meningkatkan pengawasan serta kepedulian terhadap aktivitas anak-anak. Apabila menemukan tindak kejahatan atau gangguan kamtibmas, masyarakat diminta segera melapor kepada Polsek Cempaka Putih atau menghubungi Layanan Polisi 110 untuk mendapatkan bantuan kepolisian.

 

(Humas Polres Metro Jakarta Pusat)

Reporter: Jakarta